PENGUKURAN MENGGUNAKAN AMPEREMETER
PENGUKURAN MENGGUNAKAN AMPEREMETER
NAMA : ABDUSSALAM ASWIN HADIST
NIM : A1C320051
PENGUKURAN KUAT ARUS MENGGUNAKAN AMPEREMETER
I.PENDAHULUAN
1.1 Abstrak
Pengukuran kuat arus dilakukan oleh alat ukur yag disebut amperemeter.
Amperemeter atau disebut ammeter dipasang secara seri dengan hambatan agar dapat
mengukur besar arus yang dihitung tanpa terjadinya hubungan pendek. Pada percobaan kali
ini, digunkan metode kuantitaif dan kualitatif. Metode kuantitaif dilakukan menggunakan
teorema rambat ralat dan kesalahan relatif, pemgukuran kuat arus menggunakan
amperemeter dilakukan dengan melakukan percobaan berulang hingga lima kali percobaan,
dan kemudian data dikumpul dan diolah menggunakan metode tabulasi data. Sementara
metode kualitatif dilakukan dengan studi pustaka melalui data jurnal atau buku.
Dari percobaan tersebut, kuat arus dipengaruhi oleh besarnya hambatan listrik,
semakin besar hambatan,semakin kecil arus yang mengalir. Sementara semakin kecil
hambatan, semakin besar pula arus yang mengalir.
1.2 Landasan Teori
Menurut Wahyu.dkk, 2013, dalam Adhiem.A, Rahmawati.E, dan Kholiq, 2018
“Kuat arus listrik adalah kuantitas fisik yang penting dan pengukurannya diperlukan dalam
banyak aplikasi baik di bidang industri, otomotif, dan juga rumah tangga. Pengukuran kuat
arus listrik secara tidak langsung pada sebuah konduktor dapat dilakukan dengan cara lain
yakni dengan menggunakan persamaan hukum Ohm yaitu 𝑉 = 𝐼.𝑅, di mana voltmeter
dalam rangkaian disusun secara paralel untuk mendapatkan nilai tegangan (𝑉) dan
hambatan(𝑅), kemudian nilai-nilai tersebut dimasukkan pada hukum Ohm untuk mendapat
nilai kuat arus (𝐼)”.
Sedangkan menurut Dwitama dan Pamungkas, 2010 dalam Adhiem.A,
Rahmawati.E, dan Kholiq, 2018 , “Kuat arus listrik merupakan salah satu besaran pokok
yang penting dalam fisika. Dalam dunia elektronika dan industri, pengukuran kuat arus
listrik secara langsung biasanya dilakukandengan menghubungkan amperemeter secara seri
terhadap kuat arus listrik yang akan diukur. Namun demikian, hal ini tidak efektif karena memutus kabel dan akan merusak rangkaian listrik. Kabel yang diputus bisa mengganggu
jaringan listrik dan sistem kelistrikan.”
Amperemeter adalah alat ukur arus listrik. Amperemeter sering dicirikan dengan
simbol A pada setiap rangkaian listrik. Satuan arus listrik dalam satuan SI adalah ampere
atau diberi simbol A. Amperemeter harus dipasang seri dalam suatu rangkaian, arus listrik
yang melewati hambatan R adalah sama dengan arus listrik yang melewati amperemeter
tersebut. Idealnya, suatu amperemeter harus memiliki hambatan yang sangat kecil agar
berkurangnya arus listrik dalam rangkaian juga sangat kecil. Manurung.S.R dan
Sinambela.M, 2018
1.3 Tujuan Percobaan
1. Mengukur kuat arus dengan menggunakan Amperemeter
2. Mampu menggunakan Amperemeter dengan benar
II METODE PERCOBAAN
2.1 Alat/Bahan
Alat /bahan yang diperlukan pada percobaan ini yang dilakukan secara virtual yaitu
- Kabel
- Resistor
- Sumber tegangan
- Amperemeter
- Baterai
2.2 Bagan/ Rangkaian
2.3 Prosedur Percobaan
a. Rangkai rangkaian listrik dengan menyertakan baterai,resistor,dan kabel.
b. Pasang resistor pada rangkaian listrik c. Pasang pula Amperemeter secara seri dengan resistor dan sumber tegangan atau baterai
d. Ubah besar sumber tegangan baterai dan hambatan sebanyak 5 kali percobaan
e. Catat hasil pengukuran yang diperoleh
III. HASIL PERCOBAAN
3.1 Data
Data hasil percobaan dapat di tampilkan sebagai berikut :
IV PEMBAHASAN
Amperemeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus yang
melalui rangkaian. Pemasangan amperemeter umumnya secara seri dengan resistor atau
hambatan, hal ini terjadi karena amperemeter memiliki nilai hambatan yang sangat kecil.
Sehingga, jika memasang amperemeter tanpa hambatan dapat mengakibatkan korselet pada
amperemeter yang dapat membuat amperemeter menjadi rusak. Amperemeter memiliki
batas ukur tertentu. Untuk Amperemeter yang memiliki batas ukur yang kecil memiliki
hambatan dalam yang sedikit lebih besar, sementara amperemeter yang memiliki batas ukur
yang besar memiliki nilai hambatan yang lebih kecil.
Terlihat dari tabel tersebut bahwa besarnya kuat arus dipengaruhi oleh besarnya
hambatan pada rangakaian listrik. Semakin besar hambatan maka semakin kecil pula arus
yang mengalir pada rangakaian listrik.
Pengukuran menggunakan amperemeter dilakukan dengan cara sebagai berikut ;
Amperemeter adalah alat untuk menghitung kuat arus yang melalui rangkaian
listrik. Amperemeter dipasang secara seri dengan hambatan. Namun amperemeter tidak
dapat secara parallel, hal ini disebabkan oleh hambatan dalam amperemeter yang sangat
kecil sehingga jika tetap dipasang secara parallel menyebabkan amperemeter menjadi rusak
atau terbakar.
Dalam mengukur menggunakan amperemeter diperhatikan pula penempatan probe
positif dan probe negative dari amperemeter.selain itu pastikan pula amperemeter
ditempatkan secara seri dengan hambatan pada rangakaian listrik.
Dengan menggunakan teori rambat ralat dan kesalahan relatif, yaitu
DAFTAR PUSTAKA
Manurung, S. R., & Sinambela, M. (2018). Perangkat Pembelajaran IPA Berbentuk LKS
Berbasis Laboratorium. INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika), 6(1).
Adhiem, A., Rahmawati, E., & Kholiq, A. (2018). Rancang Bangun Amperemeter Digital
Berbasis Metode Induksi Elektromagnetik. Inovasi Fisika Indonesia, 7(3)






Comments
Post a Comment