Hukum Ohm, Prinsip dan Contoh Soal Serta Pembahasan
Hukum Ohm (Ohm Law)
1. 1. Pengertian
Hukum Ohm
Hukum ohm dapat dipahami sebagai suatu
aturan dalam rangkaian listrik yang menyatakan bahwa besarnya arus yang melalui
suatu hambatan R sebanding dengan besar tegangan listrik yang dikenal dalam
bentuk persamaan
Keterangan;
I = Arus listrik (Ampere)
V = Tegangan listrik (Volt)
R = Hambatan (Ohm)
Dari
persamaan hukum ohm tersebut, dapat dinyatakan jika tegangan listrik pada
rangakaian listrik semakin besar, arus listrik yang mengalir pada hambatan juga
membesar seperti terlihat di grafik tegangan terhadap arus dibawah ini
Garis miring pada grafik diatas merupakan
besarnya hambatan listrik yang memiliki nilai yang tetap.
2. 2. Prinsip
Hukum Ohm
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
hukum ohm menyatakan jika semakin besar tegangan listrik pada rangakaian,
artinya arus listrik yang mengalir pada hambatan juga semakin besar. Untuk
lebih dapat memahaminya teman – teman dapat berimajinasi air yang keluar pada
kran, sebagai arus listrik dan kran sebagai hambatan. Dengan mengatur banyaknya
air yang keluar dengan memutar knob kran, teman – teman akan mengetahui jika
knob kran ingin ditutup, banyaknya air yang keluar pada kran akan semakin
sedikit dan sebaliknya jika knob kran
dibuka, banyaknya air yang keluar akan semakin banyak.
Dari peristiwa tersebut dapat dipahami
besarnya nilai arus litrik dipengaruhi oleh besarnya nilai hambatan. Loh… bukannya semakin besarnya arus listrik yang mengalir
berarti tegangan listrik semakin besar? Untuk menjawab pertanyaan ini teman –
teman membayangkan kembali air yang mengalir pada kran, namun kali ini air yang
keluar lebih deras dari yang sebelumnya. Berarti banyaknya air yang keluar pada
kran juga lebih banyak bukan? Derasnya air yang keluar dari kran itulah
tegangan pada rangkaian listrik.
Maka
dapat kita simpulkan bahwa besarnya arus listrik tidak hanya ditentukan dari
besarnya tegangan listrik, namun juga ditentukan dari besarnya hambatan.
Hukum ohm berlaku hanya pada saat
kondisi rangkaian tertutup. Rangkaian tertutup adalah rangkaian yang dimana
tidak ada jalur lisrik yang putus saat
arus listrik mengalir dari kutub positif menuju ke kutub negatif sumber tegangan, karena
arus listrik hanya dapat mengalir jika kutub positif terhubung dengan kutub
negatif.
Untuk
dapat lebih paham dalam penggunaannya, lihat contoh soal berikut;
1. Sebuah
rangkaian listrik memiliki sumber tegangan sebesar 5 volt dengan hambatan
sebesar 2 ohm, tentukan besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian
tersebut!
Diketahui : V = 5V
R = 2Ω
Ditanya : I
Jawab :
Langsung
memakai persamaan hukum ohm karena arus listrik mengalir pada rangkaian
listrik.
Tentukan
besar arus yang mengalir pada rangkaian tersebut
Diketahui
: V1 = 6 V
V2 = 12 V
R1 = 8 Ω
R2 = 10 Ω
Ditanya : I
Jawab :
Pada rangkaian tersebut memiliki dua sumber
tegangan dengan arah aliran arus listrik yang berlawanan dengan tanda panah warna merah merupakan arus yang mengalir dari sumber tegangan 2 (V2) dan tanda panah warna biru merupakan arus dari sumber tegangan 1 (V1). Maka besarnya arus
listrik dari rangkaian itu adalah hasil pengurangan antara arus yang dihasilkan
dari sumber tegangan 1 (V1) dengan sumber tegangan 2 (V2).
Mencari
I2 sama dengan mencari I1
Maka
besarnya arus yang mengalir pada rangkaian
adalah
Tanda
minus (-) dari hasil tersebut menandakan arus tersebut mengalir dari sumber
tegangan 2 (V2), karena arus dari sumber tegangan 2 (V2) lebih besar
dibandingkan sumber tegangan 1 (V1).
Comments
Post a Comment